13 Juni 2019

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Jantung Koroner

Pertolongan Pertama  Pada Penyakit Jantung Koroner
Oleh : P2PTM Kemenkes RI


  • Posisi setengah duduk dengan bantal tinggi (tubuh bagian atas lebih tinggi 20 - 30 derajat) untuk persiapan segera membawa ke Instalasi Gawat Darurat RS terdekat.

  • Hindari penderita dari gerakan mendadak dan aktivitas apapun seperti berbicara banyak, mengejan (mengedan).

  • Dapat dibantu menguranginya dengan pemberian obat-obatan golongan nitrat (seperti Isosorbid dinitrat, cedocard, Nitral atau farsorbid) diberikan di bawah lidah, dapat diberikan beberapa kali hingga penderita mendapat pertolongan di RS.

  • Respon batuk hanya disarankan oleh ahli jantung saat terlihat laju jantung yang sangat melambat di monitor
    rekaman jantung, hal ini tidak mungkin dilihat pada pasien yang tidak terpasang alat monitor jantung.

  • Layanan di PSC berupa :
    1) Penanganan kegawatdaruratan dengan menggunakan protokol;
    2) Kebutuhan informasi ruang di rumah sakit;
    3) Informasi fasilitas kesehatan terdekat; dan
    4) Informasi ambulans
    Selain itu, pelayanan medik yang diberikan oleh PSC 119 antara lain: panduan tindakan awal melalui algoritma gawat darurat, mengirim bantuan petugas dan ambulan, serta mengirim pasien ke fasilitas layanan kesehatan terdekat

  • Serangan jantung STEMI merupakan indikasi mutlak untuk dilakukan reperfusi (dengan obat atau kateterisasi).



Upcoming Agenda
10 Mei 2021

Hari Lupus Sedunia 2021

08 Mei 2021

Hari Talasemia Sedunia 2021

22 April 2021

Sosialisasi Daring Pedoman Pengelolaan Prediabetes untuk Tenaga Kesehatan di 5 Provinsi

18 April 2021

Hari Diabetes Nasional 2021

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia