23 Mei 2017

DIAGNOSIS LES

DIAGNOSIS LES
Oleh : aulia

  1. DIAGNOSIS

            Diagnosis penyakit LES yang tepat sangatlah penting, sehingga penyakit ini dapat ditangani dengan semestinya, Berikut kriteria diagnosa LES menurut ACR 1997 revisi. Klasifikasi ini terdiri dari 11 kriteria dimana diagnosis harus memenuhi 4 dari 11 kriteria tersebut yang terjadi secara bersamaan atau dengan tenggang waktu.

Tabel 1. Kriteria Diagnosis Lupus Eritematosus Sistemik7.9

 

Kriteria

 

Batasan

Ruam malar

Eritema yang menetap, rata atau menonjol, pada daerah malar dan cenderung tidak melibatkan lipat nasolabial.

Ruam discoid

Palt eritema menonjol dengan keratotik dan sumbattan folikular. Pada LES lanjut dapat ditemukan parut atrofik.

Fotosentitifitas

Ruam kulit yang diakbibatkan reaksi abnormal terhadap sinar matahari, baik dari anamnesis pasien atau dilihat oleh dokter pemeriksa.

Serosiis Pleuritis

 

Riwayat nyeri pleuritik atau pleuritc friction rub yang di dengar oleh dokter pemeriksa atau terdapat bukti efusi pleura.
atau

Perikarditis

 

Terbukti dengan rekaman EKG atau pericardial friction rub atau terdapat bukti efusi pericardium.

Gangguan renal

 

 

Gangguan neurologi

 

Proteinuria menetap >0.5 gram per hari atau >3+ bila tidak dilakukan pemeriksaan kuantitatif.
Atau

 Silinder seluler : - dapat berupa silinder eritrosit, hemoglobin, granular, tubular atau campuran.

Kejang yang bukan disebabkan oelh obat-obatan atau gangguan meabolik (misal uremia, ketoasidesis, atau ketidak-seimbangan elektrolit).
atau Psikosis yang bukan disebabkan oleh obat-obatan atau gangguan metabolic (misal uremia, ketoasidesis, atau ketidak-seimbangan elektrolit).

Gangguan Hematologik

 

Anemia hemolitik dengan retikulosis 
atau  

Lekopenia <4.000/mm3 pada dua kali pemeriksaan atau lebih 
atau

Limfopenia <1.500/mm3 Pada dua kali pemeriksaan atau lebih 
atau

Trombositopenia <100.000/mm3 tanpa disebabkan oleh obat-obatan

Gangguan imunologikb

 

Anti-DNA: antibody terhadap notive DNA dengan titer yang abnormal atau

 Anti-Sm: terdapatnya antobodi terhadap anigen nuclear Sm 
atau

 Semua positif terhadap anibodi antifosfolipid yang didasarkan atas :


1.   Kadar serum antibodi anikardiolipin abnormal baik lgG   atau lgM,


2.   Tes lupus antikoagulan positif menggunakan metode standar, atau


3.   Hasil tes serologi positif palsu terhadap sifilis sekurang-kurangnya selama 
6 bulan dan dikonfimrasi dengan test imobilisasi Treponema pallidum atau tes fluoresensi absorpsi antibodi treponema.

Antibodi antinuclear Positif (ANA)

 

Tier abnormal dari antibodi anti-nuklear berdasarkan pemeriksaan imunofluoresensi atau pemeriksaan setingkat pada setiap kurun waktu perjalanan penyakit tanpa keterlibatan obat yang diketahui berhubungan dengan sindroma lupus yang di induksi obat.

Artritis

 

Artritis non erosif yang melibatkan dua atau lebih sendi perifer, ditandai oleh nyeri tekan, bengkak atau efusia.

Bila dijumpai 4 atau lebih kriteria diatas, diagnosis Penyakit LES memiliki sensitifitas 85% dan spesifisitas 95%. Sedangkan bila hanya 3 kriteria dan salah satunya ANA positif, maka sangat mungkin penyakit LES dan diagnosis bergantung pada pengamatan klinis.

            Kriteria lain yang dapat digunakan adalah kriteria klasifikasi LES menurut Systemic Lupus International Collaborating Clinic (SLICC) tahun 2012 sebagai berikut:

LES didefinisikan sebagai minimal 4 kriteria (dengan paling sedikit masing- masing 1 kriteria klinis dan 1 kriteria laboratoris) ATAU biopsi ginjal sesuai nefritis lupus dengan ANA atau Anti dsDNA positif

Kriteria Klinis

1. Lupus kutaneus akut atau lupus subkutan subakut

2. Lupus kutaneus kronik

3. Ulkus oral atau nasal

4. Alopesia tanpa jaringa parut (non-scarring 
alopecia)

5. Artritis

6. Serositis

7. Menifestasi renal : rasio protein: kreatinin atau 
protein urine kuantitatif 24 jam 500 mg/ 24 jam 
atau lebih atau ditemukan sedimen eritosit

8. Manifestasi neurologis multipleks, neuropati 
perifer atau kranial delirium

9. Anemia hemolitik

10. Leukopenia (<4000/mm3) atau limfopenia 
(<1000/mm3)

11. Trombositopenia (<100.000/mm3)

Kriteria Laboratoris

1. ANA
2. Anti-dsDNA
3.

2. Anti-Sm
4.

3. Antibodi antifoslipid
5.

4. Komplemen yang rendah (C3, C4)
6.

5. Tes Coombs direk (tidak dihitung bila terdapat

6. anemia hemolitik pada pasien)

Pada praktik klinis sehari-hari kedua kriteria tersebut dapat digunakan.

Berdasarkan kriteria klasifikasi LES diatas, pada praktik sehari-hari pemeriksaan penunjang minimal yang diperlukan untuk diagnosis dan monitoring adalah :

1. Puskesmas:

a. Hemoglobin, lekosit, trombosit, hitung jenis sel, laju endap darah (LED)

b. Urin rutin dan mikroskopik, protein urine, dan bila memungkinkan protein urine kuantitatif.

2. Rumah sakit:

a. Hemoglobin, lekosit, trombosit, hitung jenis sel, laju endap darah (LED)

b. Urin rutin dan mikroskopik, protein urine kuantitatif 24 jam.

c. Kimia darah (ureum, kreatinin, fungsi hati, profil lipid)

d. PT, aPTT pada kecurigaan sindroma antifosfolipid (pada pasien LES dengan riwayat     thrombosis arteri atau vena serta kelainan pada kehamilan seperti abortus, kematian janin, dan eklampsia)

e. Foto polos thorax

f. Pemeriksaan Serologi pada penyakit LES seperti Tes ANA, anti-dsDNA, komplemen (C3, C4), tes antibody terhadap antigen nuclear spesifik dan profil ANA.

g. Pemeriksaan tambahan lainnya tergantung dari manifestasi Penyakit LES. Waktu pemeriksaan untuk monitoring dilakukan tergantung kondisi klinis pasien.

DIAGNOSIS BANDING

Beberapa penyakit atau kondisi di bawah ini seringkali timbul pada Penyakit LES, diagnosis akibat gambaran klinis yang mirip atau beberapa tes laboratorium yang serupa, yaitu:

1. Undifferentiated connective tissue disease

2. Sindroma Sjögren

3. 
Sindroma antibodi antifosfolipid (APS)

4. Fibromialgia


5. Purpura trombositopenik idiopatik

6. Artritis reumatoid


7. Vaskulitis


Artikel Sebelumnya
Faktor Risiko Penyakit Les
Artikel Selanjutnya
Deteksi Dini Dan Penemuan Kasus Les