13 Februari 2018

Peringatan Hari Kanker Sedunia 2018

Peringatan Hari Kanker Sedunia 2018
Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Kita Bisa , Aku Bisa
Sejak tahun 2016 sampai 2018 Peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari telah disepakati mengambil tema Kita Bisa, Aku Bisa (We can, I can). Kita Bisa "Mencegah Kanker", Aku bisa "Mengerti dan Melakukan Deteksi Dini Kanker"

Tema ini mengandung pesan bahwa setiap orang bisa mencegah kanker dan melakukan deteksi dini. Tema ini sangat tepat untuk disosialisasikan di Indonesia dan sangat relevan dengan pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Intsruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas )

 
Kanker dapat dicegah dan dideteksi dini. Kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dengan tidak merokok/hindari paparan asap rokok, beraktivitas fisik minimal 30 menit sehari, diet yang sehat seimbang, dan tidak mengkonsumsi alkohol serta istirahat cukup. Beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker pada anak juga dapat dideteksi dini. Deteksi dini tersebut dapat dilaksanakan di Puskesmas. Apabila dideteksi dini dan diobati segera tentu angka kesembuhannya akan semakin baik. Namun, dewasa ini hampir 70% pasien kanker datang pada stadium lanjut.

2,1 T Beban Biaya untuk Pengobatan Kanker
Penyakit kanker perlu mendapat perhatian kita semua karena menjadi beban ganda di Indonesia karena prevalensi dan beban pembiayaan yang sangat besar. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 prevalensi kanker di Indonesia adalah sebesar 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347.792 orang sedangkan berdasarkan laporan BPJS Kesehatan, beban biaya kanker hingga bulan September 2017 telah menghabiskan 2,1 triliun rupiah untuk pengobatan kanker.


Upaya pencegahan dan pengendalian Kanker
Cakupan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim tahun ini meningkat sebanyak 1.112.353 orang dibandingkan tahun lalu. Kementerian Kesehatan bersama jajaran kesehatan di daerah dan masyarakat  akan  bekerja keras agar target 50% dapat dicapai pada tahun 2019. Jika target ini tercapai, maka prevalensi kanker leher rahim dan kanker payudara di Indonesia – Insya Allah akan menurun sebesar 40% dari prevalensi sekarang.

Dewasa ini, Pemerintah telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian kanker melalui berbagai upaya komprehensif, yaitu upaya promotif dan preventif, kuratif, dan paliatif. Salah satu upaya pencegahan primer telah dikembangkan  adalah melalui imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) bagi murid sekolah dasar kelas 5 dan 6 di beberapa daerah demonstration project di DKI Jakarta, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kota Surabaya. Mulai tahun 2018 ini, kegiatan imunisasi HPV akan diperluas ke Makassar dan Manado. Selanjutnya secara bertahap imunisasi HPV akan dilaksanakan di seluruh Indonesia.


Program Penemuan Dini Kanker pada Anak
Anak adalah investasi masa depan bangsa, sedangkan jumlah penderita kanker pada anak mencapai lebih dari 16.000 kasus menurut Riskesdas 2013. Oleh karena itu, Pemerintah saat ini sedang  mengembangkan program penemuan dini kanker pada anak.

Prioritas pencegahan dan pengendalian kanker juga akan diperluas mencakup  pengendalian faktor risiko kanker paru, karena kanker paru adalah jenis kanker yang terbanyak ditemukan pada laki-laki.

Untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, pelaksanaan program paliatif yang telah dilaksanakan di rumah sakit akan diperluas dengan pelayanan paliatif di masyarakat dan keluarga untuk mengatasi berbagai gangguan yang dialami penderita kanker.

Dukungan berbagai Pihak Atasi Kanker

Suksesnya pengendalian penyakit kanker di Indonesia ditentukan oleh dukungan seluruh masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, kalangan swasta, dan dunia usaha. Salah satu kendala yang dihadapi penderita kanker dalam menjangkau pelayanan kesehatan adalah hambatan finansial dan masih terbatasnya pelayanan kesehatan  yang mampu memberikan pelayanan kanker. Untuk mengatasi masalah ini, kapasitas pelayanan kanker di Puskesmas dan Rumah Sakit semakin ditingkatkan dengan melengkapi sumberdaya, sarana, dan prasarana yang diperlukan.

Dukungan yang luar biasa  telah diberikan oleh OASE – KK yang dalam pembinaan Ibu Negara dan di bawah pimpinan Ibu Erni Guntarti Tjahjo Kumolo telah berperan aktif dalam pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim di Indonesia.  Dukungan OASE-KK telah berhasil meningkatkan cakupan deteksi dini kedua jenis kanker tersebut hingga mencapai lebih dari 3 juta perempuan di berbagai provinsi di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, OASE-KK dan jajaran Kemenkes bersama jajaran Pemda setempat melaksanakan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS)"

Dengan dukungan berbagai pihak maka Program Penanggulangan Kanker di Indonesia akan semakin berjalan dengan baik dan optimal serta  berdampak terhadap penurunan jumlah penderita kanker  dan kematian akibat kanker di Indonesia, yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia
 

Budayakan CERDIK
Membudayakan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker dengan  perilaku CERDIK untuk mencegah kanker dan Penyakit Tidak Menular lainnya perlu dilakukan setiap individu maupun keluarga. 

Cerdik merupakan   singkatan dari :

C ek kesehatan secara berkala
E nyahkan asap rokok;
R ajin aktivitas fisik;
D iet sehat dengan kalori seimbang;
I stirahat cukup;
K elola stress.

Cek kesehatan secara berkala perlu dilakukan oleh masyarakat agar kanker dapat terdeteksi secara dini. Dukungan semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker sangat diperlukan. Upaya ini dapat dilakukan pada pemeriksaan pegawai baru, prajurit baru, mahasiswa baru atau siswa baru. Upaya ini perlu didukung oleh seluruh jajaran Pemerintah di Pusat dan Daerah dan seluruh lapisan masyarakat. Disamping cek kesehatan juga perlu lebih agresif mendorong masyarakat agar  aktif bergerak secara fisik paling tidak 30 menit perhari dan mengonsumsi diet seimbang termasuk  membatasi konsumsi  Gula Garam dan Lemak.
 

Puncak Peringatan Hari Kanker Sedunia tahun 2018 diselenggarakan di Musium Keramik- Kota Tua pada tanggal 13 Februari 2018 yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan-Nila F Moeloek: Gubernur DKI -Anies R Baswedan; Ketua OASE KK Erni Guntarti Tjahyo Kumolo; Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit- M Subuh, Ketua PKK DKI - Fery Farhati Ganis dan Kepala Dinas Kesehatan DKI - Koesmedi Priharto.


Artikel Sebelumnya
Wartawan Perlu Rutin Cek Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Ingin Tahu Keberadaan Kanker Dalam Tubuh, Menkes Anjurkan Deteksi Dini

Upcoming Agenda
31 Mei 2018

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

17 Mei 2018

Hari Hipertensi Sedunia 2018

10 Mei 2018

Hari Lupus Sedunia

08 Mei 2018

Hari Thalassemia Sedunia

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Departemen Kesehatan Indonesia