17 Desember 2018

Waspada! Ternyata Stres Bukan Hanya Akibat Hilangnya Penglihatan, Namun Juga Penyebab

Waspada! Ternyata Stres Bukan Hanya Akibat Hilangnya Penglihatan, Namun Juga Penyebab

Seorang pekerja tampak mengalami stress di meja kerjanya Foto : Picture -Alliance

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Tahukah Anda bahwa stres bisa merusak penglihatan? Dan bahwa kolesterol yang baik, ternyata tidak sebaik dugaan orang?

Kita semua pernah mengalami stres, bukan? Tetapi jika mengalami stress secara rutin, itu bisa berpengaruh sangat besar atas pikiran dan tubuh manusia. Itu bisa menyebabkan keletihan mental dan membuat orang mudah tersinggung atau marah. Itu juga menyebabkan orang tidak bisa tidur, kehilangan nafsu makan dan libido. Stres juga bisa menyebabkan naiknya risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular dan gastrointestinal, serta diabetes.

Baru-baru ini, sekelompok peneliti dari Harvard Medical School di Boston, Massachusetts, meneliti lebih jauh dampak stres terhadap otak. Dalam studinya, mereka melibatkan 2.000 orang usia setengah baya, yang mengikuti studi selama delapan tahun. Mereka yang ikut percobaan juga mengikuti ujian psikologis, ujian ingatan dan ujian kemampuan berpikir sebelum studi dilaksanakan.

Peneliti juga mengambil contoh darah untuk mengukur kadar hormon kortisol di dalam darah mereka. Kortisol adalah hormon yang kerap diasosiasikan dengan stres.

Hasil penelitian mereka menunjukkan, orang yang memiliki kadar kortisol tinggi dalam darah, hasil ujian ingatannya tidak sebaik orang-orang yang kadar kortisolnya digolongkan normal.

Di samping itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ingatan mereka yang rendah, tampaknya sudah ada, bahkan sebelum simtom menurunnya ingatan muncul.

Mann sitzt unzufrieden am Schreibtisch und denkt nach (Fotolia/Jeanette Dietl)

"Penelitian kami mendeteksi berkurangnya ingatan dan menyusutnya volume otak pada orang setengah baya sebelum simtomnya muncul," demikian dijelaskan Dr. Justin B. Echouffo-Tcheugui, yang menulis studi tersebut. "Jadi sangat penting bahwa orang berusaha mencari jalan untuk mengurangi stress"

"Misalnya dengan tidur cukup, melakukan olah raga ringan, melakukan relaksasi dalam hidup sehari-hari, juga menanyakan kepada dokter tentang kadar kortisol mereka. Selain itu memakan obat untuk mengurangi kadar kortisol, jika diperlukan," tambahnya. Ed.: ml/hp -DW


Artikel Sebelumnya
Remaja Putri Yang Obesitas Berisiko Depresi
Artikel Selanjutnya
Jam Tidur Yang Reguler Penting Bagi Kesehatan Jantung Dan Metabolisme

Upcoming Agenda
03 Desember 2019

Hari Disabilitas Internasional 2019

14 November 2019

Hari Diabetes 2019

12 November 2019

Hari Kesehatan Nasional 2019

29 Oktober 2019

Hari Psoriasis Sedunia 2019

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia