04 Juli 2020

Orang dengan Penyakit Tidak Menular Berisiko Tinggi Terinfeksi COVID-19

Orang dengan Penyakit Tidak Menular Berisiko Tinggi Terinfeksi COVID-19

dr. Cut Putri Arianie -Direktur Pencegahan dan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, memberikan penjelasan pada Talk show INFO CORONA "Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di masa Pandemi" dari kantor Graha BNPB, Jakarta Sabtu, 4 Juli 2020

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Cut Putri Ariene menyebutkan orang dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, jantung, kanker, diabetes, ginjal, PPOK, penyakit nafas lainnya, gangguan imunologi dll, turut mempermudah seseorang terpapar COVID-19, bahkan kondisinya akan semakin berat.

''Orang-orang kelompok Penyakit Tidak menular adalah orang yang rentan terinfeksi (COVID-19), ini sangat terkait dengan imunitas tubuh, karena yang pasti kondisinya berbeda dengan orang normal,'' kata Cut.

Hal yang sama disampaikan Sekretari Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar, bahwa orang dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) mudah tertular, dan jika tertular kondisinya semakin buruk.

''Contohnya hipertensi, pembuluh darahnya sudah tidak baik, kekuatan mukosa (lapisan tubuhnya) itu sudah tidak terlalu bagus lagi, jadi mudah tertular, Daya tahan tubuh bukan hanya imunitas tapi daya tahan tubuh secara non spesifik jadi kekuatan tubuh kita melawan virus itu,'' kata Eka.

Eka berharap, di masa pandemi ini orang dengan PTM lebih menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya dengan rutin cek kesehatan, menjaga indeks masa tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan mengubah gaya hidupnya menjadi lebih bersih dan sehat.

Selain mencegah faktor risiko, Cut mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif melakukan deteksi sedini mungkin. Deteksi dini penting untuk mengetahui status kesehatan seseorang, sehingga bisa dilakukan pengobatan sedini mungkin.

''Jangan lupa deteksi dini, untuk orang sehat merasa dirinya tidak memiliki keluhan, belum tentu tetap sehat, lakukanlah skrining minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali,'' terang Cut.

Dekteksi dini dapat dilakukan dengan mengukur tekanan darah, gula darah, indeks masa tubuh, dan lingkar perut. Skrining bagi orang dengan faktor risiko minimal 1 sampai 3 bulan sekali, untuk yang sudah penyandang sebaiknya lebih rutin lagi, minimal 1 kali sebulan.

''Pada masa pandemi, untuk penyandang PTM mendapatkan fleksibilitas bahwa obat diberikan untuk 2 bulan, untuk mengurangi mobilisasi keluar. Yang penting minum obat secara teratur,'' pungkasnya. (kemkes.go.id)


Artikel Sebelumnya
Penyakit Tidak Menular Kini Ancam Usia Muda
Artikel Selanjutnya
Seminar Kesehatan : Penanganan Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Sebagai Komorbid Covid-19

Upcoming Agenda
17 Oktober 2020

Hari Hipertensi Sedunia 2020

10 Oktober 2020

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020

08 Oktober 2020

Hari Penglihatan Sedunia 2020

10 Oktober 2020

Seminar Kesehatan: Pencegahan dan Pengelolaan Obesitas di FKTP

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia