03 Januari 2017

10 Mitos Penyakit Jantung

10 Mitos Penyakit Jantung
Oleh : omeoo

Sakit jantung? Saya? Ah, saya masih muda kok. Eit, simak beberapa hal berikut agar jantung Anda terjaga. Sekarang dan di kemudian hari.

Mitos : Lumrah, ‘kan, orang berusia lanjut punya tekanan darah tinggi?

Fakta : Tekanan darah memang meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Tetapi itu artinya risiko gangguan jantung pun meningkat. Tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi sirkulasinya. Memaksa jantung bekerja lebih keras. Ini memicu kerusakan lanjutan dan membuat Anda semakin berisiko mengalami stroke atau serangan jantung.

Mitos : Wanita tak perlu khawatir karena pria yang lebih sering terkena serangan jantung

Fakta : Pada usia yang lebih muda, angka serangan jantung pada wanita memang di bawah angka kejadian pada pria. Meski demikian, telah ditetapkan bahwa gangguan jantung bukan lah masalah pria saja. Apalagi seiring bertambahnya usia dan saat memasuki usia menopause. Risiko serangan jantung pada wanita sama besarnya dengan pria. Artinya, ini adalah alasan bagi wanita untuk tetap berpola hidup sehat.

Mitos : Saya masih muda, saya tak perlu khawatir terkena serangan jantung.

Fakta : Cara Anda menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran jantung secara keseluruhan pada masa muda akan sangat berpengaruh pada kondisi jantung di masa-masa selanjutnya. Tak perlu menunda untuk menjaga kesehatan jantung. Bila Anda kegemukan, merokok, kurang olahraga dan sering stres, Anda berisiko mengalami gangguan jantung, berapa pun usia Anda.

Mitos : Keluarga saya punya riwayat penyakit jantung, jadi saya juga pasti akan mengalaminya.

Fakta : faktor genetik memang meningkatkan risiko. Tapi bukan berarti Anda ditakdirkan untuk sakit. Karena itulah langkah pencegahan dengan menjalani pola hidup sehat menjadi sangat dibutuhkan.

Mitos : Dada saya sering sakit. Itu kah tanda-tanda gangguan jantung?

Fakta : Ya, nyeri di dada memang gejala dari gangguan jantung. Tetapi mereka yang mengalami serangan jantung juga mendapatkan gejala yang berbeda-beda. Seperti berkeringat berlebihan, nyeri di kedua lengan, leher, atau dagu, bahkan perasaan kepala seperti melayang atau gejala sulit tidur. Cek segera ke dokter bila Anda mengalami gejala tersebut.

Mitos : Makanan rendah lemak adalah pilihan terbaik mencegah gangguan jantung

Fakta : Betul sekali. Pola makan rendah lemak dan kolesterol merupakan langkah cerdas mencegah gangguan jantung. Tetapi Anda juga harus mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, dan protein baik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk kesehatan jantung. Mencegah sudah baik tetapi menjadi proaktif akan bermanfaat lebih besar.

Mitos : Stress buruk untuk jantung Anda

Fakta : Berdasarkan studi, tipe kepribadian tertentu yang mudah tegang, selalu tergesa-gesa, dan sulit relaks memang cenderung lebih berisiko mengalami gangguan jantung. Tapi ‘banyak pekerjaan’ dan ‘stres’ tak selalu berakibat buruk pada jantung. Bila dikelola dan dinikmati dengan baik, hal-hal tersebut membantu perkembangan mental dan emosional Anda. Cara Anda bereaksi lah yang membuat jantung tertekan. Depresi, terisolasi, kurang bersosialisasi biasanya yang akan berakibat negatif pada kondisi jantung.

Mitos : Orang kurus tak berisiko mengalami gangguan jantung

Fakta : Bahkan orang dengan berat badan normal atau kurus, memiliki risiko tersembunyi mengalami tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan risiko masalah lain yang biasanya dialami orang kegemukan. Karena itu, pengecekan rutin diperlukan. Dan pola hidup sehat  harus tetap dijalankan.

Mitos : Saya sudah minum obat penurun kolesterol. Jadi aman makan apa saja.

Fakta : kolesterol dalam darah berasal dari dua sumber. Dari hati (liver) dan dari makanan yang Anda santap. Jenis obat statin mengurangi kadar kolesterol yang dibuat oleh hati. Ini membuat kadar kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah berkurang. Bila Anda tetap mengkonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh, obat tak lagi efektif mencegah kenaikan kadar kolesterol Anda. Jadi, tetap minum obat dan batasi asupan makanan tinggi lemak.

Mitos : Angioplasty, pemasangan stent atau tindakan bypass akan membereskan jantung Anda.

Fakta : bedah macam ini memang sangat bermanfaat mengurangi nyeri di dada dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Tetapi, langkah ini tidak serta merta menyembuhkan masalah utama, yaitu penyumbatan pembuluh darah. Tanpa mengkoreksi sumber masalah yang berkaitan dengan hal tersebut - seperti jalani diet seimbang, latihan teratur, dan menjaga tekanan darah – pembuluh  darah akan kembali tersumbat oleh plak. Yang memungkinkan masalah jantung dan risiko stroke bisa berulang.


Artikel Sebelumnya
7 Ciri Mata Akan Alami Katarak
Artikel Selanjutnya
Buah Dan Sayur Pelindung Mata, Ini Daftarnya

Upcoming Agenda
27 September 2022

Hari Jantung Sedunia 2022

31 Maret 2022

Webinar Hari Ginjal Sedunia'22 : Kenali, Jaga dan Rawat Ginjal Kita Dengan PATUH

26 Maret 2022

Webinar Nakes :Pencegahan & Intervensi Obesitas di FKTP (WOD 2022)

24 Maret 2022

Webinar (HTTS 2022 Seri 1) : Rokok dan Pandemi COVID-19

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia