21 Agustus 2019

Puskesmas Sendana I : Gerakan "Assayanni Passikolae" dengan Makkalinda'daq

Puskesmas Sendana I : Gerakan

"Assayanni Passikolae" dengan pendekatan Makkalinda'daq" Puskesmas Sendana I , sebuah cara pendekatan antar program yang terintegrasi dengan target remaja di Kabupaten Majene - Sulawesi Barat

Oleh : Ns.Budianto.,M.Kep : PJ Program PTM Dinkes Kabupaten Majene

Puskesmas Sendana I selenggarakan  Gerakan "Assayanni Passikolae" dengan pendekatan Makkalinda'daq" gabungkan beberapa program dengan target remaja di sekolah (kegiatan Integrasi Lintas Program Peduli Kesehatan Anak Sekolah : Skrining PTM, Merokok dan Konseling UBM)

Puskesmas Sendana I merupakan Puskesmas yang dengan inovasi pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menularnya paling kreatif.

Selain kegiatan inovasi yang mengangkat budaya lokal (local wisdom), kegiatan integrasi lintas program dan  sektor pun di explore, yakni bersinergi bersama program kesehatan lainnya dalam hal ini program Promosi kesehatan, UKS, Gizi dan Kesehatan kerja dan olah raga membentuk tim kerja dalam melindungi anak-anak generasi penerus bangsa dengan melakukan skrining PTM, Upaya Berhenti Merokok (UBM) dan konseling Merokok.

Tim ini bekerjasama dan mendatangi sekolah di wilayah kerja mereka perbulan dan triwulan untuk melakukan kegiatan terintegrasi dan mengandeng budaya setempat sebagai pendekatannya. Tim deteksi dini lakukan Program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dengan skrining merokok, kemudian memberikan penyuluhan dan pemutaran film bahaya merokok serta memberikan konseling secara pribadi kepada siswa yang terciduk merokok. Skrining Merokok ini dilakukan dengan menggelar FGD (focus group discussion) pada siswa setelah itu siswa diminta mengisi kuesioner.

Budaya lokal yang menjadi katalisator kegiatan integrasi ini adalah budaya makkalinda'daq (berbalas pantun). Makkalinda'daq menjadi pilihan penanggung jawab program PTM dalam kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM merokok karena beberapa konsep skrining UBM terdahulu dirasa monoton dan membosankannya.

Metode sebelumnya yang hanya mengumpulkan siswa dalam bentuk FGD dan mengajak mereka pro aktif berdiskusi dan menyampaikan masalah dan pertanyaan terkait rokok. namun dengan menambahkan local wisdom Makkalinda'daq, maka deteksi dini faktor risiko PTM merokok dan FGD menjadi lebih nyaman karena sambil berkelakar mereka dapat menyampaikan siapa teman-temannya yang merokok dan Penanggung Jawab PTM Puskesmas Sendana I segera dapat melacak dan mendata dengan mudah jumlah siswa yang merokok dan selanjutnya mereka dengan rela mengikuti konseling pada klinik UBM Puskesmas.

Sesi konseling Upaya Berhenti Merokok (UBM) dilakukan oleh Perawat Komunitas (Irmawati.,A.Md.Kep) di ruang tersendiri di dalam area sekolah. Siswa diarahkan ke puskesmas bilamana mereka berkomitmen siap berhenti merokok dan melanjutkan konselingnya. Bilamana tidak, petugas yang akan mendatangi sekolah untuk memberikan konseling terkait UBM (upaya berhenti merokok).

Kegiatan ini dirangkaikan juga dengan kegiatan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) dan pemberian tablet tanda darah (TTD) di sekolah terintegrasi dengan program lainnya. Ceklist dilakukan pada lembar obeservasi yang telah  diberikan oleh Subdit Penyakit Paru Kronik Dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan RI melalui pengelola program Kabupaten Majene, dan hasil dari pendataan tersebut menjadi data dasar puskesmas, sekolah dan pihak kecamatan untuk menentukan tindakan proaktif terhadap masalah merokok pada usia di bawah 18 tahun.

Penulis :Ns.Budianto.,M.Kep - PTM Dinkes Kabupaten Majene/ Editor anitasari

Artikel Sebelumnya
Grebek Masjid Ptm Sehari Ceria (sehat Hari Ini Ceria Dimasa Tua) Di Wilayah Puskesmas Salutambung Tiap Jum'at