17 November 2016

Ratusan Pegawai Perempuan Kemenkes Lakukan Deteksi Dini Kanker

Ratusan Pegawai Perempuan Kemenkes Lakukan Deteksi Dini Kanker
Oleh : aulia

Kementerian Kesehatan ternyata sudah berusia 52 tahun. Untuk memeriahkan Ulang Tahun Kemenkes, para pegawai wanita atau istri pegawai melakukan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan rentang usia 30-50 tahun. Metode yang digunakan yaitu skrining leher rahim menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan skrining kanker payudara dengan metode pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) dan mamografi. Adapun IVA bisa dengan mudah mendeteksi virus yang menyebabkan kanker serviks atau lebih familiar disebut kanker leher rahim. Penyakit PTM ini sudah menempati peringkat pertama penyebab kematian wanita. Karena alasan tersebut maka wanita perlu memeriksakan secara dini. Oleh karena itu para pegawai wanita di Kementrian Kesehatan diberikan layanan tersebut saat pembukaan kegiatan DWP untuk memperingati HKN ke 52 di Kantor Kemenkes RI tanggal 17 November. Lokasi deteksi dini kanker dilaksanakan pada tiga lokasi yaitu di Lantai 3 Gedung Sujudi Kantor Kemenkes Rasuna Said dengan target peserta 500 orang. Lokasi kedua bertempat di Pameran Pembangunan Kesehatan JIExpo Kemayoran target 100 orang per hari. Dan lokasi terakhir di Kantor Kemenkes RI Percetakan Negara target pemeriksaan sebanyak 300 orang. Sementara itu pemeriksaan Mamografi ada di Pameran Pembangunan Kesehatan dengan target peserta yang di deteksi sebanyak 50 orang per hari. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, untuk dikutip oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat. HKN ke 52 ini juga terintegrasi dengan Masyarakat Hidup Sehat dan Indonesia Kuat, serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia di tanggal 15 November 2016 bertempat di Bantul, DI Yogyakarta. Ketika ada pertanyaan bagaimana mendeteksi dini kanker leher rahim dan payudara, jawabannya yaitu melalui test IVA dan SADANIS yang sudah di luncurkan dari tahun 2008. Ada sejumlah 8.008 orang tenaga medis yang terlatih yang berupa 2.611 dokter dan 5.397 bidang yang mengabdi dan melayani masyarakat di 3.265 Puskesmas yang ada di 379 kabupaten dan kota di 34 provinsi. Sepanjang tahun 2008 sampai dengan 2016 sudah sekitar 1.623.913 orang atau 4,34% dari target sebanyak 37,5 wanita di Indonesia yang sudah menjalani deteksi dini kanker. BPJS juga memberikan dukungan kepada para masyarakat yang ingin mendeteksi dini kanker payudara dan leher rahim yaitu pelayanan gratis untuk anggotanya. Tujuan dari dukungan BPJS ini yaitu kesadaran untuk memerikasa kesehatan secara berkala sehingga kesehatan akan selalu terjaga. Sumber: http://www.depkes.go.id/article/view/16111800002/ratusan-pegawai-perempuan-kemenkes-lakukan-deteksi-dini-kanker.html#sthash.8PxGeCra.dpuf
Artikel Sebelumnya
Perlunya Deteksi Dini Untuk Cegah Dan Kurangi Risiko Diabetes
Artikel Selanjutnya
Ketika Anak-anak Penyandang Disabilitas Boleh Duduki Kursi Bupati