01 Mei 2017

Penyakit Thalassemia

Penyakit Thalassemia
Oleh : aulia

A.Patofisiologi Thalassemia

1.Pengertian Penyakit Thalassemia

Thalassemia   merupakan   penyakit   keturunan (kelainan genetik) akibat kelainan sel darah merah dimana rantai globin-α atau β pembentuk hemoglobin utama tidak terbentuk sebagian atau tidak ada sama sekali.

Hemoglobinopati :  adanya  hemoglobin  abnormal  yang muncul selain ketiga buah Hb normal (HbF, HbA dan HbA2), yang mengakibatkan sel darah merah mudah pecah sehingga membutuhkan transfusi darah rutin

2.Hemoglobin

Hemoglobin adalah komponen utama eritrosit yang berfungsi menjamin distribusi oksigen ke jaringan dan mengembalikan karbondioksida dari jaringan ke paru. Setiap eritrosit mengandung 640  juta  molekul  hemoglobin, 65%  di antaranya disintesis di dalam eritroblas dan sisanya di dalam retikulosit.ii,iii Satu molekul hemoglobin terdiri atas senyawa heme
dan globin.

Heme merupakan suatu senyawa kompleks yang terdiri atas 4 struktur pirol dengan atom Fe di tengahnya. Sekitar 85% sintesis heme terjadi pada sel-sel prekursor eritoid di sumsum tulang  dan  sisanya  di  sel  hepar.  Globin  merupakan  suatu tetramer yang tersusun dari dua pasang rantai globin yang tidak sejenis,   yaitu   sepasang   rantai   globin   yang   produksinya dikendalikan oleh gugus gen globin-α pada kromosom 16 dan sepasang rantai globin yang produksinya dikendalikan oleh gugus gen globin-β pada kromosom 11. Rantai-rantai globin tersebut terdiri atas sederetan asam amino (polipeptida) yang urutannya sudah    teratur.    Masing-masing    polipeptida    globin    akan terkonjugasi pada satu molekul hem yang berfungsi mengikat oksigen  sehingga  satu  molekul  hemoglobin  mengandung 4 molekul hem.

Agar   molekul   hemoglobin   mempunyai   struktur   rantai polipeptida globin normal dan dapat berfungsi dengan baik, maka diperlukan suatu urutan asam amino yang sesuai dan benar. Perubahan  satu  asam  amino  saja  sering  dapat  mengubah struktur dan fungsi Hb tersebut. (Gambar)

  1. Struktur Hemoglobin Normal

Hemoglobin   manusia   dewasa   terutama   terdiri   atas hemoglobin A  (HbA1), serta sedikit hemoglobin F (HbF)  dan hemoglobin A2 (HbA2). Globin hemoglobin dewasa (HbA1) adalah kombinasi antara 2 rantai globin-α dengan 2 rantai globin-β, membentuk tetramer  α2β2. Rantai  globin-α tersusun dari 141 asam amino, sedangkan rantai globin-β tersusun dari 146 asam amino. Hemoglobin F (HbF) adalah hemoglobin yang mempunyai 2 pasang rantai polipeptida, yaitu 2 rantai globin-α dan 2 rantai globin-ƴ membentuk tetramer α2β2, sedangkan hemoglobin A2 (HbA2)  mempunyai 2  rantai  globin-α  dan 2  rantai globin-δ membentuk tetramer α2δ2.

  1. Perkembangan Hemoglobin

Hemoglobin F merupakan Hb utama pada masa janin, sedangkan pada masa dewasa kadar HbF hanya ≤ 1%, dan kadar HbA2 ≤ 3,5%. Pada perkembangan awal embrio, dibentuk Hb embrional, yaitu kombinasi antara rantai globin- ζ dengan globin-ƴ (Hb Portland ζ2ƴ2) atau antara globin-ζ dengan rantai globin-ε (Hb Gower1 ζ2ε2), atau antara rantai globin-α dengan rantai globin-ε (Hb Gower 2, α2ε2).v

Dalam perkembangannya komposisi produk hemoglobin manusia mengalami 2 tahap peralihan. Peralihan pertama, saat 3 bulan pertama kehamilan eritrosit mengandung Hb embrionik,kemudian   berubah   sampai   dan   selama            6   bulan   terakhir kehamilan eritrosit beralih menjadi lebih banyak mengandung Hb fetus (HbF). Peralihan kedua, terjadi saat periode perinatal, Hbfetus berubah menjadi Hb dewasa, dan proses ini selesai pada saat pertengahan tahun pertama kehidupan ekstrauterin. Penting untuk  diingat   bahwa   perubahan   sintesis   jenis   hemoglobin tersebut  ditentukan  oleh  perkembangan  maturitas  janin  dan bukan   karena   perubahan   tempat   terjadinya   eritropoiesisvi,vii (Gambar 2.3). 

Oleh   karena   itu,   Thalassemia   β   mayor bermanifestasi klinis pada usia sekitar 6 bulan karena rantai globin β merupakan komponen utama Hb dewasa (HbA1) dan sama sekali bukan komponen Hb masa janin ataupun masa embrio.    Berbeda    dengan    Thalassemia    α    yang    berat bermanifestasi klinis pada masa janin karena rantai globin α sudah diproduksi sejak masa janin dan merupakan komponen utama Hb masa janin (HbF: α dan γ). 

  1. Patofisiologi Thalassemia

Pada orang dewasa normal,  rantai  globin-α  dan rantai globin-β   dibentuk   dalam jumlah   relatif   sama (equal)   dan seimbang.   Setiap   gangguan   yang   menyebabkan   ketidak seimbangan   tersebut   dapat   menyebabkan   kelainan   pada hemoglobin.

Penyakit genetik dari kelainan hemoglobin tersebut secara umum dapat di klasifikasikan dalam 2 bagian, yaitu:

  1. Thalassemia, jika terjadi gangguan sintesis (berkurang atau tidak ada) dari rantai globin yang normal;
  2. Varian hemoglobin (Hemoglobinopati), jika terjadi perubahan susunan asam amino pada salah satu rantai globin yang Contohnya: HbE merupakan jenis varian Hb tersering di Indonesia yang disebabkan oleh mutasi di kodon 26 pada gen globin β). Mutasi ini juga termasuk kategori Thalassemia β karena selain  menyebabkan  perubahan  asam  amino  juga menyebabkan penurunan sintesis rantai globin β (βE).

Artikel Sebelumnya
Puskesmas Gambut Peduli Kanker
Artikel Selanjutnya
Faktor Risiko Penurunan Dan Klasifikasi Thalassemia