24 November 2016

Pemerintah Dorong Guru Lakukan Pencegahan dan Deteksi Kanker

Pemerintah Dorong Guru Lakukan Pencegahan dan Deteksi Kanker
Oleh : aulia

Kanker merupakan penyakit yang harus di deteksi sejak dini. Karena sangat penting maka Depkes mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk mendeteksi kanker secara dini. Acara ini diadakan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tidak tenggung-tanggung, Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) turut hadir. Kegiatan ini juga sekaligus memperingati hari Guru Nasional yang diadakan dari 24 November sampai 2 Desember 2016 yang juga dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Banda Aceh, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Klaten, Surabaya, Palankaraya, Balikpapan, Makasar dan Ambon. Jumlah guru yang ikut serta diharapkan sejumlah 200 orang guru. Kegiatan yang sangat bermanfaat ini tercipta karena kolaborasi Kementrian Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Pemda Kabupaten Klaten. Program ini merupakan lanjutan dari progra yang sudah dimulai Ibu Negara di Kulon Progo tanggal 21 April 2015. Komitmen Ibu Negara dan Kementrian Kesehatan sangat serius dalam mendeteksi kanker serviks sejak dini. Untuk para anggota BPJS, pemeriksaan ini juga didukung oleh BPJS untuk menunjukkan peran BPJS dalam usaha deteksi kanker dini. Tindakan yang dilakukan yaitu skrining kanker leher Rahim menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) serta kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Menurut pendataan dari lembaga Riset Dasar (Riskesdas) di tahun 2013, jumlah penderita tumor atau kanker mancapai 1,4 per 1000 penduduk setara dengan 347.000 orang. Penderita terbanyak ada pada kanker payudara dan kanker leher Rahim. Sementara di Jawa Tengah dicapai sekitar 2,1 per 1000 penduduk. Cakupan pemeriksaan IVA dan SADANIS harus terus ditingkatkan supaya optimal sekitar 1,623,913 orang atau 4,34 % yang diambil dari 37,5 juta wanita di Indonesia. Usaha untuk terus meningkatkan jumlah ini terus dilakukan. Jumlah penderita yang terdeteksi harus ditindaklanjuti oleh tindakan medis yang didukung oleh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti Puskesmas dan Rumah Sakit. Jika masih dalam stadium dini maka harapan untuk sembuh akan semakin besar asal ditangni secara benar, cepat dan tepat. Ibu negara memantau langsung pelaksanaan screening ini untuk para ibu guru yang sudah datang ke Alun-alun Kabupaten Klaten serta untuk para masyarakat umum dilakukan di Pasar Klaten. Tempat tersebut memberikan akses terbaik bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Tujuan dari kunjungan kerja ibu Negara adalah salah satu perhatian tersendiri bagi masyarakat ini diharapkan bisa menurunkan deteksi kanker dini yang ada di 10 kabupaten dan kota-kota besar di Indoesia. Sumber: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20161124/1518939/pemerintah-dorong-guru-lakukan-pencegahan-dan-deteksi-kanker/
Artikel Sebelumnya
Terapkan Germas Kemenkes Selenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Dan Bazaar
Artikel Selanjutnya
Perlunya Deteksi Dini Untuk Cegah Dan Kurangi Risiko Diabetes

Upcoming Agenda
24 Oktober 2018

Hari Dokter Nasional

20 Oktober 2018

Hari Osteoporosis Sedunia

19 Oktober 2018

Pra-HKN 54 Pasar Kramat Jati

10 Oktober 2018

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Departemen Kesehatan Indonesia