09 Mei 2018

Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia

Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia
Oleh : P2PTM Kemenkes RI


Palembang, 9 Mei 2018

Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) diperingati setiap tanggal 29 Mei. Tahun 2018, HLUN mengangkat tema Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia; dengan Sub Tema Bidang Kesehatan: Lansia Sehat Mandiri diwujudkan dari Keluarga Sehat. Melalui tema ini diharapkan bangkit kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu dimulai dari keluarga; sehat harus dijaga dengan menerapkan perilaku hidup sehat; dan berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya, akan terbangun keluarga yang sadar akan kesehatan dan terwujud Lansia yang sehat, mandiri dan produktif.

Sesuai dengan sub tema HLUN 2018 bidang kesehatan yakni “ Lansia Sehat Mandiri Diwujudkan dari Keluarga Sehat”,  menandakan bahwa keluarga merupakan unsur penting bagi bangsa dan negara. Generasi yang berkualitas untuk meraih bonus demografi pada tahun 2010-2035 tidak mungkin terwujud, jika : saat janin di dalam kandungan asupan gizi ibu rendah; ketika asupan gizi balita tidak seimbang; selama usia sekolah mengalami kesulitan dalam belajar dan berprestasi; pada usia produktif kesulitan mendapatkan karir yang optimal karena kualitas hidup rendah dan terkena penyakit tidak menular akibat gaya hidup tidak sehat; serta ketika memasuki usia tua, terkena penyakit degeneratif.

Berdasarkan hasil Susenas tahun 2016, jumlah Lansia di Indonesia mencapai 22,4 juta jiwa atau 8,69% dari jumlah penduduk. Sementara menurut proyeksi BPS tahun 2015, pada tahun 2018 jumlah Lansia diperkirakan mencapai 9,3% atau 24,7 juta jiwa. Dengan jumlah Lansia yang semakin besar, menjadi tantangan bagi kita semua agar dapat mempersiapkan Lansia yang sehat dan mandiri sehingga nantinya tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun negara, dan justru menjadi asset sumber daya manusia yang potensial.

“Saat ini, Indonesia menghadapi masalah kesehatan triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi. Pada kelompok Lansia, Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, menunjukkan penyakit terbanyak pada Lansia adalah hipertensi (57,6%), selebihnya adalah arthritis, stroke dan beberapa penyakit lain," kata Menkes Nila F. Moeloek saat membuka Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia, di Griya Agung, Palembang (9/5).

Menkes menegaskan bahwa penanganan kasus penyakit tersebut tidak mudah karena penyakit pada Lansia umumnya merupakan penyakit degeneratif, kronis, dan multidiagnosis. Dengan demikian, penanganannya membutuhkan waktu dan biaya tinggi, yang akan menjadi beban bagi masyarakat dan pemerintah termasuk bagi Program Jaminan Kesehatan Nasional. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan Lansia hendaknya lebih mengutamakan promotif dan preventif dengan dukungan pelayanan kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas di fasilitas-fasilitas kesehatan.  

Sampai tahun 2017 terdapat 14 rumah sakit rujukan Pemerintah di 12 provinsi yang telah memiliki pelayanan geriatri dengan tim terpadu. Demikian pula dengan Puskesmas, ada 3.645 Puskesmas (37%) yang telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang Santun Lansia, serta sudah mempunyai  80.353 Posyandu Lansia/Posbindu.

Peringatan HLUN ke 23 ini tentu merupakan momen untuk lebih menguatkan komitmen, meningkatkan semangat kita semua, untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Oleh karenanya, sejalan dengan sub tema HLUN bidang kesehatan tahun 2018, Menkes meminta perhatian beberapa hal:

(1) Pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur penopang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, untuk itu orientasi pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek–aspek promotif dan preventif tanpa melupakan aspek kuratif rehabilitatif;

(2) Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat harus dimulai dari keluarga. Untuk mewujudkan Lansia sehat dan mandiri dapat dicapai melalui keluarga yang sehat;

(3) Diperlukan kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor, akademisi, kepala daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dalam membangun pemahaman publik akan pentingnya hidup sehat, serta menjalankan perilaku hidup sehat,  dan

(4) Kita perlu lebih menggiatkan dalam penyiapan lintas generasi sesuai dengan tugas masing-masing sehingga terwujud Lansia sehat dan mandiri melalui keluarga sehat. (Rokomyanmas)


Artikel Sebelumnya
Ictoh 5 Soroti Upaya Pengendalian Tembakau
Artikel Selanjutnya
Lomba Cipta Video Pendek Dalam Rangka Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2018