07 April 2018

Hari Kesehatan Sedunia 2018: Kembali ke Dasar

Hari Kesehatan Sedunia 2018: Kembali ke Dasar
Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Tahun ini, Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 7 April 1948, jatuh bertepatan dengan ulang tahun ke-70 lembaga kesehatan dunia, WHO (World Health Organization). Memperingati perjalanannya yang telah mencapai tujuh dekade, WHO mengangkat UHC (Universal Health Coverage) sebagai tajuk utama, dengan taglineUHC: everyone, everywhere”.

Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur-Jenderal  WHO,  sebagaimana tertulis dalam laman WHO menyatakan, dalam keadaan sehat, orang bisa belajar, bekerja, dan menopang diri serta keluarganya. Tetapi tidak demikian ketika  dia sakit. Keluarga dan komunitas terdekat akan terabaikan. “Itulah alasan WHO sangat berkomitman untuk memastikan terselenggaranya kesehatan yang layak untuk semua,” tutur Ghebreyesus 

Pentingnya UHC juga pernah dengan tandas digarisbawahi oleh Margaret Chan, Direktur WHO periode 2006-2017. Menurut Chan dalam pidato pada Sidang Umum WHO 2012 di Jenewa, “[UHC] is the single most powerful concept that public health has to offer” (satu-satunya konsep paling berdaya guna yang harus ditawarkan oleh kesehatan masyarakat).

Fakta UHC Global

UHC: Tonggak Ke-3 Kesehatan Masyarakat

Demikian mendasarnya UHC, dalam sejarah kesehatan masyarakat hal ini disebut sebagai tonggak transisi besar ke-3. Dua perubahan besar terdahulu adalah transisi demografi pada abad ke-18 yang melahirkan sistem penanganan air limbah dan sanitasi, dan transisi epidemiologi di abad ke-20 yang menekan signifikan kematian akibat penyakit menular seperti cacar dan polio.

Gelombang transisi ketiga yang sedang bergulung di tengah dunia kesehatan masyarakat ini akan mengubah wajah pelayanan kesehatan yang sekian lama dibayangi katastrofi menyiapkan biaya untuk berobat (bagi sebagian besar masyarakat), menjadi iuran bersama untuk akses bagi semua. Penerimaan dan penerapan nilai-nilai universal keadilan dan persamaan hak dalam kehidupan bernegara di berbagai belahan dunia telah mendorong keinginan untuk mewujudkan kesehatan bagi semua. Kesehatan yang berkualitas tersedia dan terjangkau bagi setiap warga. UHC adalah jawaban yang pembuktiannya tengah diperjuangkan.

           Baca : Pengertian UHC

Langkah-langkah Awal

Jerman tercatat sebagai negara pertama yang mengawali model jaminan kesehatan dengan pemberlakuan Sickness Insurance Law pada 1883, disusul oleh Inggris, Rusia, dan negara-negara lainnya. Namun model yang lebih bersifat universal baru berkembang pasca Perang Dunia II, setelah dampak perang yang muram menumbuhkan kesadaran tanggung jawab negara untuk menyelenggarakan sistem kesehatan yang menjamin akses bagi setiap warganya. Era UHC dimulai.

Akar UHC dapat dirunut pada Konstitusi WHO tahun 1948 yang menyebutkan kesehatan sebagai hak asasi fundamental dan WHO berkomitmen mencapai setinggi-tingginya derajat kesehatan bagi semua. WHO menggerakkan kerja sama untuk mengembangkan UHC di semua negara anggotanya, melakukan berbagai riset, monitoring, menyusun pedoman, metode, menyiapkan asistensi teknis, dan berbagai upaya lainnya.

Apa saja indikator layanan UHC ? Baca :16 Indikator Layanan Dasar UHC

Tujuh puluh tahun tepat pada peringatan berdirinya, WHO mengangkat sauh tinggi-tinggi untuk menaklukkan tantangan gelombang transisi kesehatan masyarakat yang akan membuat perbedaan besar pada harkat kehidupan manusia yang setara.

Selamat ulang tahun, WHO, selamat untuk kita semua yang peduli pada kesehatan semesta!

#HealthForAll #HKS2018 #WHD2018 #UHC #UniversalHealthCoverage #p2ptmKemenkesRI

(Chris & Hik)


Artikel Sebelumnya
Menkes Ajak Presiden Cek Kebugaran
Artikel Selanjutnya
Pengertian Universal Health Coverge (uhc)

Upcoming Agenda
24 Oktober 2018

Hari Dokter Nasional

20 Oktober 2018

Hari Osteoporosis Sedunia

19 Oktober 2018

Pra-HKN 54 Pasar Kramat Jati

10 Oktober 2018

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Departemen Kesehatan Indonesia