28 November 2019

Hari Disabilitas Internasional Tahun 2019 : “Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul”.

Hari Disabilitas Internasional Tahun 2019 : “Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul”.

dr. Anung Sugihantono M.Kes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dalam acara jumpa pers dalam rangka Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kementerian Kesehatan Jakarta, 27/11

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Peringatan Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember, peringatan  ini menekankan pentingnya  peningkatan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, menghapuskan stigma terhadap para Penyandang Disabilitas dan perlunya memberikan berbagai dukungan yang mendorong  peningkatan kemampuan serta kesejahteraan bagi  Penyandang Disabilitas.

Tema internasional Hari Disabilitas Internasional tahun 2019 adalah ”Promoting the participation of persons with disabilities and their leadership: taking action on the 2030 development agenda”. Tema ini berfokus pada kondisi yang memungkinkan untuk perubahan transformatif yang dipertimbangkan dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2030, melalui peningkatan partisipasi dan kepemimpinan Penyandang Disabilitas sebagai SDM yang unggul untuk mewujudkan masyarakat inklusi. Sedangkan tema nasional adalah “Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul”.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional diinisiasi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1976 dengan diumumkannya tahun 1981 sebagai International Year of Disabled Persons. Hari Disabilitas Internasional mulai diperingati setiap tahun pada tanggal 3 Desember dan dipromosikan secara global sejak tahun 1992.

Fakta Disabilitas

Data WHO menunjukkan bahwa jumlah Penyandang Disabilitas di dunia pada tahun 2010 adalah sebanyak 15,6 persen dari total populasi dunia atau lebih dari 1 milyar. Artinya, 15 dari setiap 100 orang di dunia merupakan Penyandang Disabilitas. Sekitar 2 – 4 dari 100 orang Penyandang Disabilitas di dunia  masuk dalam kategori Penyandang Disabilitas berat. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi disabilitas pada penduduk Indonesia yang berusia 5 – 17 tahun sebanyak 3,3% dan pada usia 18 – 59 tahun mencapai 22%, yang tertinggi di Sulawesi Tengah dan yang terendah di Lampung.

Dengan meningkatnya usia harapan hidup di negara berkembang, termasuk di Indonesia, terjadi kecenderungan meningkatnya jumlah Penyandang Disabilitas akibat proses degeneratif. Beberapa penyakit dan kondisi kesehatan tertentu dapat berakibat terjadinya  gangguan fungsional/disabilitas. Demikian pula  berbagai kejadian, seperti  bencana alam, kecelakaan lalu lintas, dan konflik sosial. Selain itu, terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan masih menjadi penghalang bagi Penyandang Disabilitas.

Peta Jalan Layanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Kementerian Kesehatan telah menyusun dan meluncurkan Peta Jalan Sistem Layanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas 2020 - 2024. Peta jalan ini dimaksudkan sebagai rujukan kebijakan dan program bagi seluruh jajaran kesehatan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk berkolaborasi dalam mewujudkan sistem dan layanan kesehatan yang aksesibel, menyeluruh, terjangkau, berkualitas, menghargai martabat, serta memberdayakan Penyandang Disabilitas. Diharapkan, dengan koordinasi, perencanaan, dan pelaksanaan serta evaluasi yang cermat di tahun 2030 seluruh Penyandang Disabilitas memiliki derajat kesehatan yang optimal yang mampu menunjang produktivitas dan partisipasi aktif mereka dalam masyarakat dan pembangunan.

Pelayanan kesehatan komprehensif & bermutu serta Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)

Pemerintah melaksanakan upaya untuk meningkatkan akses para Penyandang Disabilitas pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu. Hal ini meliputi berbagai pelayanan yang berbasis institusi, antara lain dengan melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi di fasilitas pelayanan kesehatan secara berjenjang dengan memberikan kemudahan serta akomodasi yang layak bagi Penyadang Disabilitas berupa aksesibilitas baik fisik maupun non fisik, serta melalui upaya Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) yaitu suatu upaya untuk memberdayakan Penyandang Disabilitas dalam segala aspek kehidupan baik di tatanan keluarga sampai dengan masyarakat.  Melalui program RBM ini, diharapkan akan terbentuk masyarakat yang inklusi terhadap Penyandang Disabilitas yang ditandai dengan meningkatnya peran serta keluarga Penyandang Disabilitas dan masyarakat sekitarnya.

Upaya Pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan, dan rehabilitasi bersumber daya masyarakat bagi Penyandang Disabilitas  membutuhkan dukungan dari seluruh jajaran Pemerintah dan segenap lapisan masyarakat, termasuk  dukungan organisasi profesi, dan didukung pula oleh  ketersediaan tenaga kesehatan yang terampil, ahli, dan profesional di bidangnya.

Diharapkan peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini dapat memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Inklusi.


Artikel Sebelumnya
Dirjen P2p Kemenkes Tandatangani Kerjasama Dengan Perguruan Tinggi Untuk Uji Coba Kampus Sehat

Upcoming Agenda
03 Desember 2019

Hari Disabilitas Internasional 2019

14 November 2019

Hari Diabetes 2019

12 November 2019

Hari Kesehatan Nasional 2019

29 Oktober 2019

Hari Psoriasis Sedunia 2019

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia