04 Maret 2019

Gerakan 1000 IVA Setiap Puskesmas di Kabupaten Sikka Provinsi NTT

 Gerakan 1000 IVA Setiap Puskesmas  di Kabupaten Sikka Provinsi  NTT

Camat Alok menyemangati para Ibu pada kegiatan aksi deteksi dini kanker leher rahim "Gerakan 1000 IVA" di Poskesdes Kota Uneng

Oleh : andi masriani

Dalam rangka Hari Kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2019. Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan seluruh puskesmas melakukan deteksi dini Kanker leher rahim dengan metode IVA. Gerakan 1000 IVA menjadi target setiap puskesmas, untuk menekan angka kesakitan dan kematian oleh kanker serviks.

Aksi ini didukung oleh aparat pemerintah ditingkat kecamatan, salah satu kegiatan IVA di poskesdes Kota Uneng wilayah puskesmas Kopeta langsung dibuka oleh Bapak Camat Alok dan didampingi oleh Kepala Puskesmas Alok,  

Di sela sela kegiatan, Camat Alok  menambahkan bahwa program ini sangat bagus untuk melindungi kaum ibu dari ganasnya kanker leher rahim apalagi bisa dilakukan di puskesmas dan juga di poskesdes. Sebagian besar perempuan masih mengira pencegahan penyakit ini mahal dan harus dilakukan di rumah sakit, ujarnya

Ia menegaskan, metode IVA dan tes pap (pap smear)  dapat dilakukan di tingkat puskesmas dengan alasan, aman, mudah, dan dengan biaya rasional. Semua tenaga kesehatan mulai dari dokter hingga bidanpun bisa melakukannya dengan peralatan sederhana dan hasil yang langsung dilihat.

Pemeriksaan IVA dilakukan dengan mata telanjang, caranya mengoleskan asam asetat atau cuka yang diencerkan hingga 3%-5% ke serviks untuk melihat kondisinya. "Jika ditemukan kelainan pra kanker (IVA Positif), maka dengan izin suami perempuan yang terkena langsung  ditangani dengan krioterapi" Ujar Kapus Alor kepada ibu-ibu yang sedang antri menunggu pemeriksaan IVA.

“Lagipula kanker ini ditetapkan dunia sebagai salah satu penyakit tidak menular, yang kini jumlah kasusnya meningkat. Karena itu dunia  sudah sepakat untuk melakukan pencegahan lebih dini,” katanya.

Ia mengatakan seiring bertambahnya populasi dan gaya hidup tidak sehat menyebabkan penyakit  perempuan ini makin meningkat kasusnya. Di Indonesia, setiap jam ada satu perempuan yang meninggal, sedangkan di Jakarta dalam tiga hari ada dua perempuan yang meninggal karena kanker ini.

Lebih dari 70% perempuan yang memeriksakan diri sudah berada pada stadium lanjut sehingga sulit ditangani. Semua perempuan baik muda maupun dewasa berisiko tinggi terjangkit infeksi Human Papillomia Virus (HPV), yakni penyebab kanker serviks tanpa pandang usia, status sosial dan gaya hidup. Diperkirakan 50%-80% perempuan terinfeksi melalui kontak kelamin, bahkan berisiko sejak kontak pertama kalinya.

Sebagian infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya, namun kebanyakan menetap. Tidak seperti virus lainnya, jika perempuan terinfeksi virus HPV bukan berarti perempuan tersebut akan memiliki kekebalan tubuh untuk menangkalnya.

Jika sudah terpapar HPV, perempuan akan tetap berisiko untuk mendapatkannya berulang kali dan tetap bersiko terkena kanker serviks. Namun demikian, kanker serviks adalah jenis kanker yang paling mudah dicegah dari jenis lainnya. Salah satunya dengan menggunakan metode IVA.




Artikel Sebelumnya
Ratusan Ibu Muda Di Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Ntt Melakukan Deteksi Dni Kanker Leher Rahim Melalui Metode Iva
Artikel Selanjutnya
1.989 Ibu Di Kabupaten Flores Timur Provinsi Ntt, Mengikuti Pemeriksaan Iva