25 April 2022

Webinar Sekolah Sehat Menuju Indonesia Unggul

Webinar Sekolah Sehat Menuju Indonesia Unggul
Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Indonesia termasuk negara dengan perokok tertinggi ketiga sebesar 53,7 juta orang, setelah China dan India. Selain itu, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun meningkat dari 7.2% pada tahun 2013 menjadi 9,1% pada tahun 2018. Hal tersebut menjadi sebuah masalah terhadap pengaturan pengendalian rokok di Indonesia.

Peningkatan jumlah perokok aktif tersebut secara tidak langsung meningkatkan jumlah perokok pasif yang menghirup asap rokok atau biasa disebut secondhand smoker. Berdasarkan Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menunjukkan bahwa 57,8% pelajar terpapar asap rokok di rumah dan 66,2% di ruang publik tertutup.

Untuk memperkuat pengamanan terhadap perokok pasif, pemerintah menerbitkan Peraturan bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negri no 7 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan no 64 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah.

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau (PP 109/2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan ps 50), sekolah merupakan salah satu dari 7 KTR yg ditetap kan yaitu Fasyankes, Tempat Belajar Mengajar, Tempat Bermain Anak, Tempat Ibadah, angkutan Umum, tempat kerja dan tempat lain yg ditentukan.

Kebijakan KTR ditetapkan untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok karena rokok merupakan faktor risiko bersama Penyakit Tidak Menular ( PTM) seperti sekait jantung , stroke, Diabetes, Ginjal, Dan PPOK. Menjauhkan Sekolah dari Asap Rokok adalah upaya perlindungan generasi muda dari udara tercemar asap rokok yg berbahaya bagi kesehatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang topik tersebut ayo saksikan rangkaian webinar Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2022 dengan tema “Sekolah Sehat Menuju Indonesia Unggul” pada Hari Selasa, 26 April 2022 Pukul 08.00 WIB Narasumber :

1. dr. Elvieda Sariwati,M.Epid (Plt. Direktur P2PTM)

2. Prof. DR. Unifah Rosyidi, M.PD (Ketua Umum PGRI)

3. dr. Amelia VAnda Siagian (Tim Kerja PKGI-Dit P2PTM)

4. dr. Feni Fitriani, Sp.P(K) (PDPI)

5. Budi Priantoro , ST. MT (Kemendikbudristek)

6. Hesti Riana Anggraini, S.K.M (BPK Penabur)

#QuitSmoking #ProtectTheEnvironment #KerenTanpaRokok #WujudkanSDMUNggul

Peserta dapat mengisi absensi dan mendapatkan materi pembicara pada tautan berikut http://link.kemkes.go.id/SekolahSehat

Peserta berhak mendapatkan e sertifikat dengan SKP IAKMI, PPPKMI dan PAEI yang dapat diunduh pada tanggal 28 April 2022 pukul 12.00 WIB pada tautan http://link.kemkes.go.id/SekolahSehat

Panitia tidak dapat menerima permintaan perubahan nama dan gelar, sehingga mohon untuk dapat mengisi absensi dengan nama yang benar untuk dicantumkan pada e sertifikat terima kasih


Artikel Sebelumnya
Rokok Dan Pandemi Covid-19 : Pandemi Tidak Berdampak Terhadap Konsumsi Rokok

Upcoming Agenda
31 Maret 2022

Webinar Hari Ginjal Sedunia'22 : Kenali, Jaga dan Rawat Ginjal Kita Dengan PATUH

26 Maret 2022

Webinar Nakes :Pencegahan & Intervensi Obesitas di FKTP (WOD 2022)

24 Maret 2022

Webinar (HTTS 2022 Seri 1) : Rokok dan Pandemi COVID-19

18 Maret 2022

Mengenal dan Memelihara Ginjal Kita dengan CERDIK

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia