02 Maret 2020

Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya Lakukan Workshop Kolaborasi TB - DM

Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya Lakukan Workshop Kolaborasi TB - DM

Foto bersama Narasumber (Dinas Kesehatan Propinsi Aceh- Dinas Kesehatan Kab.Nagan Raya-KODIM 0116 Nagan Raya) dan peserta workshop TB-DM di Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Sabtu 29 Februari 2020

Oleh : M. Fadlin Kurniawan,SKM

Diabetes Mellitus adalah penyakit tidak menular kronis dan menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 angka penderita DM di kabupaten Nagan Raya menunjukkan 2,6%.

Penyandang DM memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah sehingga memiliki kemungkinan tiga kali lebih tinggi untuk mendapatkan TB aktif. Hal ini menyebabkan kasus TB lebih banyak ditemukan pada penderita DM type 2 dibandingkan dengan populasi umum. Komorbid DM pada penderita TB memperburuk hasil pengobatan TB, meningkatkan resiko kematian selama pengobatan TB dan kekambuhan yang lebih tinggi paska pengobatan serta mempersulit kontrol kadar gula darah. Besarnya dampak yang kan ditimbulkan TB-DM ini pada peningkatan angka kesakitan, kecacatan, timbulnya kasus multi drug resistance (MDR) baru dan kematian dini, tentunya akan berdampak secara langsung terhadap beban ekonomi kesehatan serta kualitas hidup SDM suatu bangsa. TB-DM dapat menjadi "The Next Health Tsunami" bila tidak dikelola dengan baik.

Dalam praktik sehari-hari, seorang dokter sering menemui pasien dengan gejala dan tanda DM. Pasien-pasien ini akan menjadi pasien yang rutin melakukan kontrol penyakitnya kepada dokter dengan harapan akan kesembuhan yang tiada hentinya. selain pasien DM, dokter juga sering menemui pasien dengan gejala dan tanda Tuberkolosis paru, bahkan tidak sedikit pasien TB juga mengidap DM.

Penatalaksanaan infeksi TB pada penyandang DM memerlukan perhatian yang khusus, mengingat TB dapat mempersulit pengendalian glukosa darah, sedang DM berpengaruh terhadap proses penyembuhan TB. Bahkan beberapa obat TB dapat menghambat penyerapan obat DM oral, sehingga dapat mengurangi efektifitas dari obat DM oral tersebut.

Berdasarkan kondisi tersebut diatas, Dinas Kesehatan Nagan Raya pada Sabtu,29 Februari 2020 melaksanakan Workshop TB-DM bagi dokter, pengelola program TB, pengelola program PTM dan pengelola program KIA dari 5 puskesmas ( Alue Bilie, Suka Mulia, Padang Panyang, Jeuram dan Ujong Fatihah) sebanyak 20 orang. Penanggung jawab program P2PTM Dinkes Kab.Nagan Raya (Narasumber) menyampaikan materi Tatalaksana TB-DM di FKTP dalam Workshop TB - DM Dinas Kesehatan Kab.Nagan Raya Sabtu, 29 Maret 2020 


Artikel Sebelumnya
Wujudkan Onstar Dinas Kesehatan Nagan Raya Serius Galang Komitmen Penerapan Kawasan Tanpa Rokok

Upcoming Agenda
19 September 2020

Seminar Kesehatan: Pengelolaan Pre-Diabetes di FKTP

23 September 2020

Seminar Kesehatan: Perokok dan Penyakit Tidak Menular

17 September 2020

Seminar Kesehatan: Indonesia Maju Menuju Zero Kelahiran Talasemia Mayor

12 September 2020

Seminar Kesehatan: Penanganan Hipertensi dan Diabetes Mellitus Sebagai Komorbid COVID-19

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia