10 Desember 2016

Program Penanggulangan Gangguan-Gangguan Indera dan Fungsional

Program Penanggulangan Gangguan-Gangguan Indera dan Fungsional
Oleh : omeoo

Gangguan-gangguan Indera dan Fungsional adalah salah satu masalah kesehatan yang juga dialami oleh Indonesia sebagaimana negara-negara berkembang lainnya. Pemerintah telah melakukan segenap langkah agar dapat menanggulangi secara optimal, agar para aset bangsa ini dapat menjalani hidup yang layak dan berkualitas.

Istilah gangguan indera dan fungsional mungkin belum terlalu popular di kalangan masyarakat. Definisi dari Gangguan Indera yaitu panca indera yang terganggu dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Gangguan pada indera Penglihatan yang mendapat prioritas mencakup pada katarak, kelainan refraksi, dan glaukoma. Sedangkan pada indera Pendengaran mencakup tuli kongenital, seperti OMSK (Otitis Media Supuratif Kronis), Serumen Prop, NIHL (Noise Indice Hearing Loss), dan Presbikusis. Sedangkan definisi dari Gangguan Fungsional yaitu fungsi tubuh (fisik) atau fungsi organ dalam tubuh (mental, intelektual atau sensorik) yang tidak bekerja sebagaimana mestinya atau struktur tubuh yang sudah terganggu dari awal masa kelahiran yang sifatnya temporer ataupun permanen.

Bahaya Gangguan Indera

Gangguan indra secara nyata bisa menjadi kendala bagi para penyandangnya untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas dan produktif. Berikut beberapa bahaya dari gangguan-gangguan indra:

- Tidak bisa melihat lingkungan sekitar untuk para penyandang tuna netra atau gangguan indera penglihatan, mereka tidak bisa melihat apa yang ada di sekitar mereka. Kesulitan untuk meletakkan barang-barang dan berjalan sangat sulit dilakukan, tersandung, tertabrak, dan tertimpa benda lain adalah bahaya dari gangguan Indera.

- Untuk para penyandang tuna rungu atau gangguan indera pendengaran, tentu saja mereka tidak bisa berkomunikasi dengan sesama manusia. Mereka juga tidak dapat berbicara karena mereka tidak mendapat eksplorasi kata-kata atau kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi.

Semua itu bisa membuat mereka tidak bisa beraktifitas karena tidak dapat menyampaikan pesan atau apa yang mereka rasakan.

Bahaya Gangguan Fungsional

Berdasarkan jenisnya yang dimaksud dengan bahaya gangguan fungsional yaitu:

- Disabilitas Fisik, seperti terjatuh dan luka jika fasilitas tidak memadai untuk para penyandang gangguan fungsional.

- Disabilitas Intelektual, seperti keterbelakangan pendidikan karena para disabilitas intelektual perlu pendamping dan metode khusus untuk mentrasfer ilmu sehingga mendapat pengetahuan yang sama.

- Disabilitas Sensorik, seperti berkurangnya fungsi dari panca indera tersebut.

- Disabilitas Mental, seperti melukai diri sendiri dan orang lain karena keadaan stres dan depresi dapat membuat penderita tidak dapat berpikir logis.

Penyandang Disabilitas

Di kalangan masyarakat, sebutan untuk manusia yang mempunyai keterbatasan disebut dengan Disabilitas.

Definisi disabilitas adalah kondisi tubuh yang terganggu, aktifitas normal yang tidak bisa dijalankan dan keikutsertaan yang terbatas pada suatu kegiatan. Kondisi disabilitas akan kesulitan untuk mendapatkan persamaan hak jika fasilitas umum tidak mengakomodasi para penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas saat ini mengalami kenaikan jumlahnya.

Selain itu gaya hidup yang tidak sehat dan kekerasan menjadi penyebab utama. Percaya diri dan judgment dari masyarakat sekitar sehingga treatment berbeda membuat disabilitas tidak bisa melakukan aktivitasnya. Sesuai dengan tujuan dari pemerintah yaitu Nawa Cita maka salah satu dukungan yang diperoleh adalahmeningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia adalah sejalan dengan peningkatan kegiatan dari para disabilitas.

Program akhir yang dicapai dari pembangunan kesehatan yaitu masyarakat mencapai kualitas kesehatan yang baik. Untuk itu salah satunya program Indonesia Sehat adalah penanggulangan gangguan Indera dan Fungsional.

Sasaran Prioritas

Upaya penanggulangan gangguan Indera dan Fungsional dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:

Pendekatan Siklus Hidup

Semua manusia mengalami siklus kehidupan dari dalam kandungan sampai dengan usia lanjut. Dengan pelayanan kesehatan kandungan, pemeriksaan bayi dari bulan ke bulan sampai dengan tahap remaja. Pelayanan lansia juga diperhatikan seperti konsultasi fisik dan mental.

Pendekatan Keluarga

Keluarga merupakan unsur terdekat dari individu. Dalam hal ini petugas puskesmas punya andil dalam hal itu. Agar deteksi secara dini dan pengobatannya disegerakan.

Usaha promotif dan preventif juga bisa dilakukan.

Upaya Pelayanan Kesehatan Penyandang Disabilitas,

yaitu:

- Promotif: media berfungsi untuk mempromosikan program-program pemerintah.

- Preventif: langkah pencegahan secara dini.

- Kuratif: pelayanan pemerintah dalam bentuk Rumah Sakit khusus untuk penyandang disabilitas.

Pemerintah sebagai bagian dari masyarakat harus mencari solusi untuk membuat manusia penyandang disabilitas hidup normal. Peran pemerintah bisa berupa penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas seperti tempat khusus parkir atau perpustakaan untuk para tuna netra juga sangat berarti.

Sementara peran pemerintah tidak bisa lepas dari peran masyarakat untuk menerima penyandang disabilitas secara terbuka dan memberikan dukungan sehingga mereka bisa menjalani kehidupan normal.


Artikel Sebelumnya
Menepis Serangan Osteoartritis!
Artikel Selanjutnya
Penanggulangan Gangguan Pendengaran Dan Ketulian (pgpkt )