09 Oktober 2016

Rekomendasi Angka Kematian Ibu di Indonesia

Rekomendasi Angka Kematian Ibu di Indonesia
Oleh : aulia

Angka kematian ibu sangatlah krusial bagi pemetaan keadaan kesehatan para ibu yang ada di Indonesia. Oleh karena itu Departemen Kesehatan menyelenggarakan pertemuan terkait dengan penetapan Angka Kematian Ibu di tahun 2015. Angka kematian ibu tersebut dipimpin oleh menteri Kesehatan, Prof.Dr.dr.Nila Moeloek yang juga di dukung oleh berbagai instansi terkait seperti Litbang Kesehatan yang dipimpin oleh dr. Siswanto.

Ada juga beberapa instansi yang mengirim perwakilannya seperti Bappenas, BPS, BKKBN, pakar demografi dan dari kementrian kesehatan sendiri. Dari hasil pertemuan tersebut maka terbitlah 7 rekomendasi penetapan angka kematian ibu, yaitu

Rekomendasi Pertama: data kematian ibu bisa didata melalui Badan Pusat Statistik melalui Sensus Penduduk sehingga semua penduduk terdata dengan baik. Data tersebut mencakup data tentang kematian ibu serta kematian lainnya.

Rekomendasi Kedua: karena data kematian sudah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, maka Survei Demografi Indonesia bisa lebih berkonsentrasi pada data tentang kesehatan ibu serta kesuksesan program Keluarga Berencana.

Rekomendasi Ketiga: semua instansi harus mencoba mencari cara yang tepat untuk mendapatkan angka kematian ibu untuk tahun 2019. semua itu berasalasan karena Survey Penduduk dilakukan setelah Angka Kematian Ibu yatu tahun 2020. Dilakukan pada tahun 2019 karena masa itu merupakan akhir kerja kabinet sehingga bisa dilihat sebagai review atas hasil kerja Pemerintah.

Rekomendasi Keempat: Baseline Angka Kematian Ibu di 2015 harus segera ditetapkan beserta target di tahun 2019. Estimasi ini dilakukan oleh Kementrian Kesehatan dan Badan Litbang Kesehatan malalui kajian-kajian untuk mencapai target tersebut. Tidak lupa disertakan juga metodologi Sample Registration System sebagai pembanding.

Rekomendasi Kelima: Pengumpulan data dilakukan secara sistematis, artinya data kematian dan penyebabnya dilakukan dengan cara mendaftarkannya di pelayanan kesehatan yaitu SRS dan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu Anak (PWS KIA). persatuan para ibu di komunitas masyarakat kecil pun harus kuat.

Rekomendasi keenam: Pendekatan Kesehatan keluarga yang dilakukan oleh PWS KIA serta kohor ibu sangat diperlukan sebagai data pembanding.

Rekomendasi Ketujuh: Pola penyebab kematian ibu harus terpolakan dengan baik dilakukan oleh SRS untuk tujuan Civil Registration Viral System (CRVS).

Sumber: Litbangkes


Artikel Sebelumnya
Kit Untuk Deteksi Virus Penyebab Kanker Leher Rahim
Artikel Selanjutnya
Protein Untuk Hentikan Penyebaran Kanker Payudara Telah Ditemukan

Upcoming Agenda
07 April 2021

Hari Kesehatan Sedunia 2021

06 April 2021

Hari Aktivitas Fisik Sedunia 6 April 2021

27 Maret 2021

Seminar Kesehatan : Gerakan Lawan Obesitas, Lawan COVID-19

04 Maret 2021

Hari Obesitas Sedunia 2021

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia