08 Agustus 2018

Gemuk tapi sehat 'tetap berisiko terkena serangan jantung'

Gemuk tapi sehat 'tetap berisiko terkena serangan jantung'

Para peneliti mengingatkan lemak yang menumpuk dalam tubuh bisa menimbulkan masalah kesehatan di masa yang akan datang.(Foto: Getty Images)

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, sekalipun mereka tampak sehat secara medis, kata para ahli memperingatkan.

Temuan yang dimuat dalam jurnal European Heart Journal, merupakan bukti lebih lanjut mengenai anggapan bahwa orang-orang bisa saja 'gemuk tapi bugar'.

Para peneliti mempelajari data kesehatan pada lebih dari setengah juta orang di 10 negara Eropa, termasuk Inggris.

Tekanan darah normal, kadar kolesterol dan tingkat gula darah tidak menjamin kesehatan jantung di kalangan orang-orang yang berbadan gemuk.

Setelah dilakukan kajian selama lebih dari 12 tahun, ditemukan 7.637 orang dalam penelitian ini menderita penyakit jantung.

Berat badan tampaknya menjadi  faktor risiko.

Dalam penelitian tersebut, orang-orang yang berat badannya berlebih namun memiliki tekanan darah, gula darah dan pembacaan kolesterol yang sehat, menghadapi risiko 28% lebih besar untuk terserang penyakit jantung dibanding individu dengan pembacaan serupa dan berat badan yang sehat.

Bertubuh gemuk dan 'tidak sehat secara metabolik' -memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol dan gula darah- masih berisiko.

Para periset di Imperial College London dan Universitas Cambridge mengatakan bahwa temuan tersebut mengingatkan bahwa lemak menumpuk dalam tubuh bisa menimbulkan masalah kesehatan di masa yang akan datang.

Dr Ioanna Tzoulaki, dari Imperial's School of Public Health, mengatakan, "Saya rasa tidak ada lagi konsep obesitas sehat."

"Jika ada, penelitian kami menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki berat badan berlebih yang mungkin tergolong 'sehat' belum mengembangkan profil metabolik yang tidak sehat.

"Hal itu muncul di kemudian hari, mereka bisa mengalami suatu peristiwa, seperti serangan jantung."

Hidup sehatfoto: GETTY IMAGES
Tekanan darah normal, kadar kolesterol dan tingkat gula darah tidak menjamin kesehatan jantung yang baik di kalangan orang-orang yang bertubuh gemuk.

Menurut para peneliti, kelebihan berat badan itu sendiri mungkin tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung secara langsung, melainkan berkembang seiring berjalannya waktu melalui mekanisme seperti peningkatan tekanan darah dan glukosa tinggi.

Profesor Metin Avkiran, dari British Heart Foundation, yang mendanai sebagian penelitian tersebut, mengatakan, "Pesan yang harus diingat di sini adalah bahwa menjaga berat badan yang sehat adalah langkah kunci untuk menjaga kesehatan jantung."


Artikel Sebelumnya
Benarkah Bekerja 40 Jam Perminggu Berdampak Buruk Untuk Otak?
Artikel Selanjutnya
Kurang Gerak Lebih Bahaya Ketimbang Obesitas

Upcoming Agenda
01 Juli 2019

Hari Buah Sedunia 2019

11 Juni 2019

Puncak acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019dan Penganugerahan Penghargaan Penegakan Implementasi KTR 2019

22 Juni 2019

Kegiatan Skrining FR PTM di Giant Pangkalpinang

29 Juli 2019

Kegiatan Pelatihan Pengendalian Kanker Serviks dan Payudara

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia